Selamat pagi sobat kang hafiz, kali ini saya ingin membuat artikel tentang menjadi pemimpin yang baik, Pemimpin yang baik menurut kang hafiz itu yaitu seseorang yang mempunyai IQ , EQ dan SQ yang ada dalam dirinya.
IQ EQ dan SQ disini yaitu suatu pengetahuan yang dipelajari dalam menganalisis hal hal (IQ) , mampu membaca situasi dan mengontrol emosi (EQ) serta mempunyai kecerdasan spiritual (SQ).
Menurut Danah Zohar dan Ian Marshall, IQ dan EQ baik terpisah maupun bersama sama, tidak cukup untuk menjelaskan keseluruhan kompreksitas kecerdasan manusia, jiwa serta imajinasinya.
Komputer atau laptop yang sobat pakai memliki IQ tinggi karena dapat mengetahui aturan dan mengikutinya tanpa kesalahan. Banyak hewa mempunya EQ tinggi karena dapat mengenali situasi yang ditempatinya dan mengetahui cara menanggapi situasi tersebut dengan tepat. Akan tetapi, komputer dan hewan tidak pernah bertanya
mengapa kita memiliki aturan atau situasi. Apakah aturan atau situasi itu dapat diubah atau diperbaiki ?. Disinilah pemimpin membutuhkan kecerdasan spiritual (SQ).
 |
| Diantara Kamu ada seorang pemimpin yang bijaksana |
Kecerdasan spiritual sendiri (SQ) yaitu kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Kecerdasan spiritual juga berarti kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup seorang pemimpin dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. SQ merupakan kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih mempunyai makna dibandingkan dengan orang lain.
Nilai nilai yang terkandung dalam spiritual terbagi atas beberapa faktor, antara lain :
1. Kebenaran
2. Kejujuran
3. Kesederhanaan
4. Kepedulian
5. Kerjasama
6. Kebebasan
7. Perdamaian
8. Cinta
9. tanggung jawab
10. rasa percaya
11. Keseimbangan
12. Keberanian
13. kecermatan
14. rasa syukur
15. ikhlas, kerendahan hati dan kesabaran
Beberapa Pemimpin yang menurut saya terbaik diantara banyak nya pemimpin yaitu
1. Ir. Soekarno
2. Mahatma Gandhi
3. George Washington
4. Ken Levy
5. Thomas Watson
6. Jeff Bezos
7. Dalai Lama
8. Jack F. Welch
9. Serta Nabi Besar Muhammad SAW
Pemimpin yang baik juga harus mampu menciptakan visi, misi, dan strategi, jika pemimpin tidak memliki kriteria ini, tidak pantaslah mereka disebut pemimpin yang baik. Karna untuk menjalankan kepemimpinan harus ada 3 faktor diatas.
Menurut Drucker, fondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah memikirkan visi dan misi organisasi, mendefinisikannyaa dan menegakkannya secara jelas dan nyata.
 |
| Pemimpin yang baik menurut kang hafiz |
Pemimpin menetapkan tujuan, menentukan prioritas, serta menetapkan dan memonitor standar.
Menurut Tony Buzan dalam bukunya yang berjudul "
The Power Of Spiritual Intelegence"
Visi didefinisikan sebagai kemampuan berpikir atau merencanakan masa depan dengan bijak dan imajinatif.
Pemimpin yang baik harus dapat menganalisis diri dan lingkungannya, Sun Tzu mengatakan dalam sebuah bukunya yang berjudul "
The Art Of War", "
Barangsiapa mengenal dirinya sendiri dan musuhnya, ia senantiasa menang dengan mudah. Barangsiapa mengenal langit dan bumi, ia menang atas segalanya,"
Menurut Peter F. Drucker, Kepemimpinan tidak lepas dari kaitan budaya, yang disandang oleh masyarakat yang dilayaninya. Kultur (budaya) itu bahkan tampil sebagai bagian yang terpadu dalam keseluruhan kepemimpinan itu, menjadi semacam bingkai yang lazim disebut dengan gaya (style).
Kepemimpinan bertugas mengemban misi bagi lembaga yang dilayaninya, beoperasi berlandaskan budaya, bertugas mengembangkan tiap kegiatan kerja menjadi produktif, membuat agar tiap kerja berprestasi dan berlandaskan semangat, dan jiwa budaya. Dalam mengelola dampak sosial dan tanggung jawab, pemimpin melakukannya dalam penghayatan terhadap budaya.
Dalam buku At-Tibr al masbuk fi Nashihah al-muluk, Al-Ghazali memberikan nasihat kepada para pemimpin dengan 5 pokok nasihat.
Pertama, pemimpin harus mengetahui kedudukan dan pentingnya kekuasaan, sesungguhnya kekuasaan adalah sebagian nikmat dari Allah SWT. Siapa saja yang menjalankan kekuasaan dengan benar dia akan memperoleh kebahagiaan yang tidak ada bandingannya,
Kedua, senantiasa merindukan petuah para ulama dan gemar mendengar nasihat mereka. Saran dari saya ( hati hati dengan ulama yang menyukai dunia, Mereka akan memperdayaimu, mencari kerelaanmu untuk mendapatkan apa yang ada ditanganmu berupa hal yang buruk dan haram agar mereka mendapatkan sesuatu dengan makar dan tipu daya). Orang yang berilmu sesungguhnya orang yang tidak menginginkan hartamu dan orang yang senantiasa memberimu petuah.
Ketiga, Janganlah merasa puas dengan keadaanmu yang ridak pernah melakukan kezaliman. Akan tetapi, didiklah para sahabat, pegawai, pembantu dan para wakilmu. Karena sesungguhnya engkau akan ditanya tentang perbuatan zalim mereka sebagaimana akan ditanya tentang perbuatan zalimmu.
Keempat, Dapat mengendalikan diri jika marah, engkau harus condong kepada sifat pemaaf dan kemblai kepada sifat mulia.
Kelima, Janganlah engkau memandang rendah orang orang yang memiliki kebutuhan yang menunggu di depan pintumu. Manakalah seorang Muslim memiliki kebutuhan terhadapmu, janganlah engkau malah tidak memperdulikan mereka.karena sibuk dengan ibadah ibadah sunnah. Sebab, memenuhi berbagai kebutuhan kaum Muslim lebih utama daripada menunaikan ibadah ibadah sunnah.
Dalam konteks diatas, tidak dibenarkan seorang pemimpin mempunyai sifat sombong, angkuh, tidak berlaku adil, semena mena, tidak bertanggung jawab. tidak dapat menahan emosi. Karena itu akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Dengan membaca artikel diatas, insyaallah kita akan menjadi pemimpin paripurna, yaitu pemimpin calon penghuni surga.